Langsung ke konten utama
Menu
Hubungi WhatsApp
Senin, 3 Agustus 2026 9 menit baca

SOP Audit Satwas Komdigi untuk Mitra ISP

Diterbitkan oleh PT. Sinergi Jaringan Telekomunikasi · Diperbarui 4 Agustus 2026

Infografik SOP audit lapangan Satwas Komdigi untuk mitra ISP dengan dokumen PKS, topologi, billing, dan checklist pemeriksaan

Jika lokasi jaringan didatangi tim pengawasan atau pemeriksa yang menyebut fungsi Satwas Komdigi, jalankan SOP audit Satwas Komdigi dalam empat urutan: verifikasi identitas dan surat tugas, siapkan dokumen yang relevan, dampingi akses ke area jaringan, lalu catat dan eskalasikan hasilnya. Siapkan PKS, identitas perizinan, topologi aktual, dan billing sesuai hubungan kerja sama.

Panduan ini ditujukan untuk pengelola RT/RW Net, reseller internet lokal, dan mitra Program Kemitraan ISP PT Sinergi Jaringan Telekomunikasi (SJT). Isinya membantu menata bukti administrasi dan langkah komunikasi. Tidak ada bagian yang menjamin mitra pasti bebas dari pemeriksaan, sanksi, atau penyitaan.

Penanggung jawab editorial: Tim Editorial PT Sinergi Jaringan Telekomunikasi. Artikel ini diperbarui pada 4 Agustus 2026 untuk memperjelas perbedaan antara aktivitas jual kembali, izin penyelenggara, dan dokumen kesiapan mitra.

SOP audit Satwas Komdigi: jawaban singkat

Jawaban singkatnya: simpan bukti hubungan kerja sama dan operasional yang benar, bukan sekadar logo atau surat penunjukan. Mulai dari PKS aktif, identitas perizinan pihak penyelenggara, topologi aktual, billing sesuai PKS, dan catatan inventaris. Saat pemeriksaan berlangsung, kooperatif, lindungi data pelanggan, dokumentasikan permintaan, dan hubungi penanggung jawab atau kanal yang memang tertulis di PKS.

Cakupan dan batasan panduan

Artikel ini membahas persiapan administrasi dan komunikasi untuk lokasi POP, server room, atau kantor operasional mitra. Fokusnya adalah kesiapan bukti, bukan cara menghindari pemeriksaan atau menghalangi kewenangan petugas.

Perlakuan dokumen dapat berbeda menurut jenis kegiatan, surat tugas, wilayah, status NIB, PKS, dan permintaan resmi. Jangan menyalin pernyataan dari artikel ini ke berita acara tanpa memeriksa dokumen aktual. Untuk pertanyaan yang menyangkut risiko pidana, pajak, atau penyitaan, mintalah pendapat profesional yang memiliki kewenangan.

Dasar regulasi dan cara membaca KBLI 61201

Ada tiga peran yang perlu dibedakan sejak awal:

  1. Penyelenggara Jasa Telekomunikasi adalah pihak yang menyelenggarakan layanan berdasarkan izin dan kewajiban yang berlaku.
  2. Pelaksana Jual Kembali Jasa Telekomunikasi menjual kembali layanan melalui pola kerja sama dengan penyelenggara.
  3. Mitra adalah istilah komersial. Status hukumnya harus dibaca dari NIB, izin, PKS, billing, dan praktik operasional aktual; istilah “mitra ISP” tidak otomatis berarti pemegang izin ISP.

PP 46/2021 Pasal 31 menyebut jual kembali jasa telekomunikasi dapat mencakup jasa multimedia, termasuk akses internet, dan dilakukan berdasarkan pola kerja sama yang disepakati. Baca Pasal 31 pada JDIH Kemkomdigi.

Pada halaman OSS versi KBLI 2025, kode 61201 diberi judul Aktivitas Penjualan Kembali Jasa Telekomunikasi. Uraiannya menyebut kerja sama dengan penyelenggara, penggunaan merek penyelenggara, pembukuan pendapatan oleh penyelenggara, billing atas nama penyelenggara, serta penggunaan IP publik dan ASN milik penyelenggara untuk layanan berbasis protokol internet. Periksa detail KBLI 61201 di OSS.

Permenkominfo 13/2019 juga memuat ketentuan kerja sama jual kembali, termasuk merek penyelenggara, standar kualitas, pembukuan pendapatan, billing, dan IP publik atau ASN. Gunakan teks Permenkominfo 13/2019 di JDIH bersama perubahan yang tercantum di JDIH: Perubahan 2020, Perubahan Kedua 2021, dan Perubahan Ketiga 2021.

RujukanRelevansi untuk mitraBatas pembacaan
PP 46/2021 Pasal 31Kerangka jual kembali jasa telekomunikasiTidak menentukan isi PKS setiap perusahaan
OSS KBLI 2025 61201Klasifikasi aktivitas jual kembaliBukan pengganti pemeriksaan NIB dan izin pihak
Permenkominfo 13/2019 beserta perubahanKetentuan teknis kerja sama jual kembaliCocokkan dengan versi dan peran usaha aktual
PKS dan lampiran operasionalBukti hubungan, pembagian tugas, billing, dan asetHanya berlaku untuk para pihak dan ruang lingkupnya

Lima dokumen kesiapan di POP atau server room

Lima item berikut adalah binder kesiapan operasional. Sebut sebagai “dokumen yang disarankan” kecuali klausul PKS atau instruksi resmi menyatakan kewajiban yang lebih spesifik.

  1. PKS Kemitraan ISP aktif
    Periksa identitas para pihak, ruang lingkup jual kembali, wilayah, merek, billing, pembagian tanggung jawab, pemeliharaan, aset, masa berlaku, dan kanal eskalasi. Gunakan Checklist Klausul PKS Kemitraan ISP untuk menandai bagian yang belum jelas.

  2. Identitas perizinan pihak penyelenggara
    Simpan salinan NIB, izin, atau dokumen resmi yang memang boleh dibagikan oleh penyelenggara. Jangan menyebut KBLI 61201 sebagai “izin ISP induk” tanpa memeriksa dokumen dan peran usaha yang sebenarnya.

  3. Surat penunjukan mitra atau POP, jika diterbitkan
    Surat ini membantu menghubungkan alamat POP, wilayah, dan penanggung jawab. Jangan membuat surat pengganti atau mengubah tanggal dokumen.

  4. Diagram topologi dan handover aktual
    Tunjukkan hubungan upstream, perangkat inti, ODP/ONT, dan batas tanggung jawab. Simpan versi dengan tanggal revisi serta hilangkan kata sandi, konfigurasi rahasia, dan data pelanggan.

  5. Contoh billing sesuai PKS
    Pastikan billing memakai identitas atau merek penyelenggara bila itu menjadi syarat hubungan jual kembali. Perlakuan PPN dan jenis faktur mengikuti status pajak serta transaksi aktual; jangan menyebut semua billing sebagai “wajib PPN” tanpa dasar pajak yang sesuai.

Checklist yang bisa disalin

ItemAdaPenanggung jawabTerakhir diverifikasiCatatan
PKS dan lampiran
NIB/izin pihak penyelenggara
Surat penunjukan jika ada
Topologi dan handover
Billing sesuai PKS

Catatan aset jaringan: bukti administrasi, bukan jaminan kekebalan

Inventaris aset membantu menjawab “perangkat ini milik siapa, berada di mana, dan dipakai untuk apa?”. Inventaris tidak otomatis membuat aset kebal dari tindakan pemeriksaan. Cocokkan tabel dengan PKS, invoice pembelian, sewa, serah terima, dan catatan pemeliharaan.

AsetBukti administrasiYang dapat dijelaskanYang tidak boleh disimpulkan
Router core/MikrotikSerial number, invoice, atau berita serah terimaPemilik dan fungsi perangkatPerangkat pasti bebas dari tindakan pemeriksa
OLTInventaris, serial number, dan lokasiHubungan perangkat dengan POPInventaris otomatis membuktikan seluruh izin
Kabel fiber dan poleBukti sewa, izin lintasan, atau perjanjian lokasi jika adaHak penggunaan jalurSemua jalur pasti telah berizin
ODP dan ONT pelangganDaftar aset dan catatan pemasanganPerangkat terminal layananData pelanggan boleh dibuka tanpa dasar

SOP empat langkah saat verifikasi lapangan

Diagram SOP empat langkah saat verifikasi lapangan: verifikasi identitas, siapkan binder, dampingi akses, lalu catat dan eskalasi

Diagram ini adalah checklist komunikasi internal, bukan urutan hukum yang mengikat semua pemeriksaan.

Langkah 1 — Verifikasi identitas dan surat tugas

Sambut petugas dengan sopan. Catat waktu kedatangan, nama, unit, nomor identitas yang ditunjukkan, nomor surat tugas, objek pemeriksaan, dan kontak penanggung jawab. Jika ada keraguan, hubungi manajemen atau penasihat yang ditunjuk tanpa menghalangi tugas resmi.

Jangan menyimpulkan kewenangan hanya dari seragam, logo, atau kartu nama. Simpan catatan Anda dan minta salinan atau nomor berita acara sesuai prosedur yang tersedia.

Langkah 2 — Serahkan dokumen yang relevan

Ambil salinan dari binder sesuai ruang lingkup permintaan. Tunjukkan dokumen yang benar-benar terkait dengan alamat, usaha, dan perangkat yang diperiksa. Jangan menyerahkan kata sandi, konfigurasi sensitif, atau data pelanggan yang tidak relevan.

Jika salinan dokumen diserahkan, catat nama dokumen, versi, tanggal, dan penerimanya. Permenkominfo 13/2019 juga menekankan perlindungan serta kerahasiaan data pelanggan; karena itu, gunakan salinan yang sudah direduksi bila memungkinkan.

Langkah 3 — Dampingi akses ke topologi aktual

Tunjukkan topologi berdasarkan kondisi lapangan, bukan diagram lama yang belum diperbarui. Jelaskan titik handover, perangkat inti, ODP/ONT, batas kepemilikan, dan sumber IP publik atau ASN sesuai dokumen penyelenggara.

Jika ada perbedaan antara diagram dan kondisi aktual, catat sebagai temuan untuk diperbaiki. Jangan memindahkan perangkat, memutus layanan, atau mengubah konfigurasi hanya untuk membuat kondisi terlihat sesuai.

Langkah 4 — Catat hasil dan eskalasikan

Hubungi kontak yang tertulis dalam PKS atau SOP internal. Jangan menjanjikan bahwa tim SJT selalu tersedia 24/7 kecuali ada SLA tertulis yang masih berlaku. Minta pendampingan dari pihak yang memahami PKS dan, untuk risiko hukum, penasihat profesional.

Simpan nomor berita acara, daftar dokumen yang diminta, nama pihak yang hadir, dan tindak lanjut. Jika ada bagian yang tidak sesuai, tulis keberatan atau klarifikasi melalui mekanisme resmi, bukan melalui debat di lokasi.

Tiga hal yang sering disalahpahami

PernyataanCara membaca yang lebih aman
“PKS berarti pasti legal.”PKS adalah bukti hubungan kerja sama. Status kepatuhan juga bergantung pada izin, klausul, billing, IP/ASN, dan praktik aktual.
“Invoice harus selalu ber-PPN.”Billing jual kembali perlu mengikuti identitas/merek dan mekanisme yang disepakati; perlakuan PPN mengikuti status pajak serta transaksi aktual.
“Inventaris membuat aset aman dari penyitaan.”Inventaris membantu klarifikasi kepemilikan dan fungsi, tetapi tidak menjamin hasil pemeriksaan atau tindakan penegakan.

Kesalahan yang perlu dihindari

  1. Membuat klaim absolut. Hindari “legal 100%”, “pasti aman”, atau “bebas penyitaan”. Ganti dengan ruang lingkup dokumen dan kondisi yang dapat diverifikasi.
  2. Memberikan data pelanggan secara berlebihan. Gunakan salinan yang direduksi dan jangan membagikan kata sandi.
  3. Menyembunyikan atau mengubah perangkat. Tindakan tersebut dapat merusak catatan dan menyulitkan klarifikasi.
  4. Menggunakan billing yang tidak sesuai PKS. Periksa identitas penyelenggara, format invoice, dan perlakuan pajak sebelum menagih.
  5. Menandatangani berita acara tanpa membaca. Baca isi, minta salinan, dan tulis koreksi melalui mekanisme resmi bila ada bagian yang tidak sesuai.

Template log pemeriksaan

Salin tabel berikut ke spreadsheet internal agar setiap pemeriksaan memiliki jejak yang konsisten:

FieldIsi
Tanggal dan waktu datang
Lokasi POP/server room
Nama dan unit petugas
Nomor surat tugas
Dokumen yang diminta
Dokumen yang diserahkan
Perangkat atau area yang dilihat
Kontak internal yang dihubungi
Nomor berita acara/catatan
Tindak lanjut dan tenggat

Ruang lingkup dukungan Kemitraan ISP SJT

Program Kemitraan ISP PT SJT dapat menjadi tempat untuk membahas struktur kerja sama, kesiapan data, dan kebutuhan operasional. Namun, setiap layanan support, SLA, billing, pengelolaan aset, dan eskalasi harus ditulis jelas dalam PKS atau dokumen layanan yang berlaku.

Sebelum mengajukan kerja sama, siapkan:

  • wilayah dan jumlah pelanggan;
  • jenis jaringan serta topologi aktual;
  • status aset dan lokasi POP;
  • contoh billing atau alur penagihan;
  • kebutuhan IP publik, ASN, bandwidth, dan support;
  • pertanyaan tentang pembagian tanggung jawab saat pemeriksaan.

Gunakan panduan KBLI 61201 untuk RT/RW Net untuk memeriksa istilah usaha dan Checklist Data Pengajuan Kemitraan ISP untuk menata data awal.

Kesimpulan

SOP audit Satwas Komdigi yang aman dimulai dari empat hal: identitas pemeriksa dicatat, dokumen yang relevan disiapkan, kondisi jaringan ditunjukkan apa adanya, dan hasil pemeriksaan dieskalasikan melalui kanal resmi. PKS membantu menjelaskan hubungan usaha, tetapi tidak menggantikan izin, kepatuhan billing, pengelolaan data, atau penilaian pemeriksa.

Jika Anda ingin menilai kesiapan dokumen dan struktur operasional, konsultasikan pengajuan Kemitraan ISP bersama tim SJT. Bawa draft PKS, daftar aset, topologi, dan contoh billing agar pembahasannya dapat diuji terhadap kondisi nyata.

Referensi regulasi

FAQ SOP Audit Satwas Komdigi dan Mitra ISP

Apa arti audit lapangan Satwas Komdigi bagi mitra ISP? +

Istilah audit lapangan di artikel ini digunakan untuk menyebut proses verifikasi atau pengawasan atas kegiatan telekomunikasi. Kewenangan, dokumen, dan langkah pemeriksa mengikuti surat tugas serta peraturan yang berlaku. Artikel ini tidak menyatakan bahwa setiap petugas atau kunjungan memiliki prosedur yang sama.

Apakah PKS dengan ISP penyelenggara sudah cukup untuk membuktikan kepatuhan? +

Belum tentu. PKS penting untuk menunjukkan hubungan kerja sama, tetapi mitra tetap perlu memeriksa peran usaha, NIB, izin penyelenggara, klausul branding dan billing, penggunaan IP publik atau ASN, serta praktik operasional yang benar-benar dijalankan. PKS bukan jaminan otomatis bebas dari pemeriksaan atau sanksi.

Apa saja dokumen yang sebaiknya disiapkan di POP? +

Siapkan binder yang berisi PKS aktif, identitas perizinan pihak penyelenggara, surat penunjukan jika memang diterbitkan, topologi aktual, dan contoh billing sesuai PKS. Daftar ini adalah checklist kesiapan operasional, bukan daftar universal yang menggantikan permintaan resmi atau nasihat profesional.

Apakah inventaris aset membuat OLT atau kabel otomatis aman dari penyitaan? +

Tidak. Inventaris membantu menjelaskan pemilik, lokasi, dan fungsi aset, tetapi bukan jaminan terhadap tindakan penegakan atau penyitaan. Cocokkan inventaris dengan PKS, bukti pembelian atau sewa, dan catatan serah terima. Saat pemeriksaan, ikuti prosedur resmi dan minta pendampingan sesuai kanal yang tersedia.

Apa langkah pertama saat lokasi jaringan didatangi pemeriksa? +

Catat waktu kedatangan, nama dan unit petugas, serta nomor surat tugas yang ditunjukkan. Sambut dengan kooperatif tanpa menyerahkan kata sandi atau data pelanggan yang tidak relevan. Hubungi penanggung jawab usaha dan kontak dalam PKS, lalu simpan catatan dokumen atau berita acara yang diberikan.

Baca Selanjutnya

Related Artikel

Butuh Bantuan? Chat Kami!